BERBAGI DENGAN KAWAN

Diam Bukan Berarti Menyerah

Antara Ilmu Sains dan Kritik Terhadap Ulama Ahli Fiqih 12 Januari 2013

Filed under: Pendidikan — irsan93 @ 14:19

Ditulis Oleh: Fahmi Muhammad Firdaus

Dunia islam yang diterangi oleh cahaya Al-Qur’an pernah mencapai masa keemasan dibidang sains, tekknologi,dan filsafat tepatnya di bawah dinasti Abbasiyah yang berkuasa sekitar abad ke-8 sampai ke-15. masa keemasan itu ditandai oleh berkembangnya tradisi intelektual ilmu pengetahuan yang diawali dengan translasi massif atas karya-karya tulis para filsuf yunani kuno. Dalam rentang masa keemasan ini, lahir para ilmuwan besar dan masyhur, seperti al-Biruni (fisika, kedokteran), Jabir bin Hayyan (kimia), al-Khawarizmi (matematika), al-Kindi (filsafat), al-Razi(kimia,kedokteran), juga al-Bitruji(astronomi). selain itu, juga ada Ibn Haitsam (teknik,optik), Ibnu Sina(filsafat,kedokteran), Ibn Rusd (filsafat), dan ibn Khaldun (sejarah,sosiologi).

Ilmuwan muslim tidak hanya memelopori bidang sains dan kedokteran, tetapi juga bidang teknik atau rekayasa. Abbas Qasim Ibn Firnas diantaranya adalah sarjana penerbangan pertama yang membuat percobaan penerbangan. pada tahun 825, ibn Firnas  menggunakan satu set dari kain yang dibentangkan dengan kayu melompat dari menara Masjid Agung Cordova. Percobaannya terus diperbaiki dan terbang secara terkendali.

Syaikh Rais Al-amal Badi al-Zaman al-Jazari adalah sarjan pertama yang mengembankan robotika pada abad ke-13. Robot pertama al-jazari berbentuk perahu dan diapungkan di danau dengan ditumpangi empat robot pemain Musik. Para ilmuwan Muslim tersebut telah membuktikan bahwa perantara bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern saat ini adalah Islam, namun ilmu pengetahuan tersebut telah mengalami transmisi, diserminasi, dan proliferasi ke dunia barat yang mendorong munculnya zaman pencerahan (renaisans) di Eropa. melalui Islamlah barat mendapat akses untuk mngetahui dan mendalami ilmu pengetahuan modern. “singkatnya bahwa tanpa peranan ilmuwan muslim klasik, tidak mungkin kita menyaksikan telepon, mesin faks, televisi,mobil, komputer, bahkan pesawat yang biasa mengangkut jamaah haji dll.”

“kejayaan umat islam sekarang tinggal kenangan karena negeri-negeri dan umat muslim umumnya masih terbelakang, bodoh, dan miskin.”

PARADIGMA FIQIH

Di kota-kota besar di Indonesia diselenggarakan berbagai kegiatan, seperti festival seni muslim. Kisah kehebatan para sarjana muslim generasi awal juga mendominasi panggung untuk menumbuhkan motivasi ummat.“tapi sangat disayangkan cerita-cerita kehebatan ilmuwan muslim masa lalu tersebut seperti tidak berdampak sedikit pun seolah menjadi cerita pengantar tidur, bahkan sampai saat ini.”  artinya, Umat islam tetap tertidur dan terbelakang setelah berulang-ulang mendengar cerita tersebut. Alih-alih umat berubah sikap dan melangkah maju, yang terjadi malah kecenderungan sebaliknya. kisah dan tayangan ‘irasional’ serta mengingkari akal sehat di media cetak dan elektronik justru digandrungi masyarakat”.

Menurut Alm. Syaikh Jauhari Thantawi, guru besar Universitas Kairo. di dalam tafsirnya Al-jawahir, beliau menulis bahwa di dalam kitab suci Al-quran terdapat lebih 750 ayat kauniyah( ayat tentang alam semesta). dan hanya 150 ayat fiqih.  Anehnya Para Ulama telah menulis Ribuan kitab fiqih, tetapi nyaris tidak memerhatikan serta menulis kitab tentang alam raya dan isinya.

“Umat dan para Ulama banyak menghabiskan waktu, pikiran, tenaga, dan dana untuk membahas PERSOALAN FIQIH, dan bahkan sering berseteru dan bertengkar hanya karena urusan fiqih. mereka lalai atas fenomena tebitnya matahari, beredarnya bulan, dan kelap-kelipnya bintang. mereka mengabaikan gerak awan dilangit dll.” 

“umat muslim dan ulama muslim pada umumnya beranggapan bahwa ilmu-ilmu SAINS tidak akan berpengaruh dalam menuntun kita menuju syurga dan menganggap ilmu fiqih lebih utama di banding ilmu pengetahuan yang lain” . Sungguh sangat disayangkan para Ulama yang memiliki paradigma seperti itu” jika kita merenungkan ayat al-quran yang berbunyi:

             “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Mujadilah [58]:11)

ayat di atas sangat erat hubungannya dengan Ilmu pengetahuan karena selain Iman yang bisa mengangkat derajat Islam adalah ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan bukan hanya mencakup ilmu fiqih saja melainkan ilmu-ilmu sains, filsafat, kedokteran dll.

Kita semua mengetahui bahwa negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, India, Inggris maju karena Ilmu pengetahuan dan sains. Tanpa sains Umat islam tidak akan mampu mengelola sumber daya alam yang umumnya melimpah di negeri-negeri muslim. Tanpa sains, umat islam hanya menjadi konsumen yang bergantung dan akhirnya mudah didikte orang lain.

dengan kata lain jika ilmu sains diperdalam dikembangkan oleh para Ulama dan umat muslim maka niscaya negera-negara dan umat islam akan mengangkat derajat umat dan negara-negara muslim karena telah menjaga agama Allah di muka bumi dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah ‘fil-Ardh’  karena Dunia islam masih sngatlah membutuhkan banyak ilmuwan dari berbagai bidang bukan dalam hal fiqih saja”.

HANYA DENGAN ILMULAH, SELAIN IMAN, HARGA DIRI MUSLIM DAPAT DITEGAKKAN.

 

2 Responses to “Antara Ilmu Sains dan Kritik Terhadap Ulama Ahli Fiqih”

  1. odisumantri Says:

    bagus tulisannya, tapi lebih keren lagunya …. asli indonesia, i love indonesia . ..

    • irsan93 Says:

      Makasih Bang Odi,
      itu tulisan di atas punya temen saya yang sengaja dimasukin ke dalam blog ini agar kita sama-sama berbagi dengan yang laen..!! Adapun lagunya itu entah mengapa saya pengen masukin lagu tersebut ke dalam blog ini. hehe🙂
      I love you too INDONESIA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s